Pages

Monday, November 26, 2012

PERBEDAAN MIXER MENGGUNAKAN MESIN DAN MANUAL



Pendahuluan
Perkembangan usaha dunia peternakan sudah semakin nyata dan digemari oleh masyarakat, keadaan ini didukung dengan peningkatan permintaan produksi peternakan, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, tingginya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi bagi pertumbuhan  dan kesehatan tubuh manusia. Jumlah permintaan yang semakin tinggi, memberikan peluang besar bagi para peternak untuk mengembangkan usaha guna memenuhi kebutuhan yang meningkat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan.
Keberhasilan usaha ayam  ditentukan tiga faktor, diantaranya pakan, manajemen, dan bibit. Kesalahan dari segi manajemen pemeliharaan akan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit yang akan berakibat produksi yang dihasilkan tidak maksimal. Oleh sebab itu, bagi produsen diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia sebagai pimpinan unit produksi untuk memanfaatkan segala serta mengaplikasikan peternakan secara terpadu.
Dalam pemeliharaan ternak, pakan sering menjadi kendala untuk menjalani usaha peternakan. Selain harga pakan yang mahal pakan termasuk biaya yang paling banyak pengeluarannya, bahkan biaya pakan mencapai 60-70 % dibandingkan biaya lainnya. Sehingga diperlukan upaya untuk menutupi biaya pakan untuk mengurangi biaya pengeluaran.

Tujuan
Untuk mengetahui perbedaan pakan yang di mixer secara manual dan mesin

 


Alat dan Bahan
Ø  Alat
ü  Sekop
ü  Timbangan
ü  Sak
ü  Mesin mixer horizontal
Ø  Bahan
ü  Konsentrat ayam petelur 33%
ü  Jagung 9 %
ü  Separator 12 %
Metode praktikum
1.      Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2.      Timbang bahan pakan
3.      Campur dari pakan yang terbanyak
4.      Campur
5.      Pengepakan
6.      Pakan jadi



Hasil dan Pembahasan
Pencampuran merupakan proses mencampurkan satu atau lebih bahan dengan  menambahkan satu bahan ke bahan lainnya sehingga membuat suatu bentuk yang seragam dari beberapa konstituen baik cair-padat, padat-padat, maupun cair-gas. Komponen yang jumlahnya lebih banyak lebih banyak disebut fase kontinyu dan yang lebih sedikit disebut fase disperse.(Fellows, 1988) Menurut Kusdarini (1997), tujuan pencampuran dengan menggunakan alat pencampur adonan (mixer) adalah untuk memperoleh adonan yang elastis dan menghasilkan pengembangang yang diinginkan. Alat pencampur ini terdiri dari tempat untuk menampung bahan.
Kualitas pakan yang pencampurannya menggunakan mesin mixer tentu lebih bagus dibandingkan yang pencampuran secara manual. Pencampuran menggunkan mesin ini kita lihat lebih capat dan hasil pakan yang di campur juga homogen merata partikel partikel pakan menyatu dengan pakan yang lainnya hingga pencampuran antara bahan satu dan bahan lainnya sudah tidak terlihat, bahwasannya pakan bekatul konsentrat sudah tidak terlihat lagi, hal ini karna kerja mesin sangat bagus sekali dalam sistem pencampurannya. Dan waktu yang kita butuhkan juga sangat singkat sekali untuk mencampur hingga homogeny, kemudian tenaga kerja tidak membutuhkan benyak.
Pencampuran secara manual membutuhkan waktu yang cukup lama dan membutuhkan tenaga kerja yang cukup menguras tenaga, pencampuran secara manual sendiri homogennya tidak sama dengan yang di campur dengan mesin ikatan antara pakan yang satu dengan pakan yang lainnya masih terlihat dan masih bisa di bedakan secara kasat mata. Hal ini karena disebabkan kerja manusia sangat minim untuk mencampur hingga sedemikian rupa karna alat yang digunakan hanya sekop dan manusia tidak ada buantuan lat yang lainnya sehingga hasil yang terjadi juga sangat minim sekali tidak semaksimal seperti menggunakan teknologi pencampuran (mixer) dengan mesin tersebut.
Untuk kualitas tentunya lebih baik mixer dengan menggunakan mesin karena faktor homogen sangat mempengaruhi kualitas, terlihat dari ikatan pakan yang sudah di jabarkan diatas kemudian dikorelasikan dengan peletabilitas bahwasannya sifat ayam jika makan cenderung  itu pilih pilih yang berwarna kuning, maka dari itu jika pakan tersebut homogen maka ayam tidak bisa memilih dan pakan yang di kasihkan ke ayam kemungkinan ayam tidak bisa memilih lagi , dan jika pencampuran pakan belum atau homogennya terbatas maka ayam akan mimilih dan memilah pakan yang di kasihkan peternak jadi kemungkinan ada pakan yang tidak disukai ayam tersebut dan pakan tidak di makan oleh ayam. Dan kemungkinan pakan yang tidak sehomogen yang dicampur dengan mixer bisa juga daya simpan lebih pendek dari pada yang di campur dengan mesin, karena disini ada jamur dan mikroba yang lain yang menyerang pakan tersebut



Kesimpulan
Dari hasil praktikum kita dapat menilai bahwasannya system pencampuran akan mempengaruhi kualitas bahan pakan tersebut. Dan pencampuran yang paling bagus dan sangat homogen adalah dengan menggunakan mesin dari pada dengan yang manual.

0 komentar:

Post a Comment