Pages

Saturday, July 14, 2012

surat untuk tuhan




 Malam ini, dengan hati yang hancur aku datang dan berlutut kepada Tuhan. Aku ingin sekali menumpahkan semua rasa yang menyiksaku selama ini. Bertumpuk-tumpuk pertanyaan yang tak pernah kutemukan jawabnya. Aku pun pasrah dan berseru-seru kepada-Mu Tuhanku. Aku ingin Kau dengarkan aku malam ini. Aku ingin menangis dipelukan-Mu Tuhan.
Tuhan aku mau bertanya pada-Mu,
"Mengapa Kau ijinkan hal-hal yang tidak adil terjadi di dunia ini?"
"Mengapa aku harus memberikan pipi kananku jika pipi kiriku ditampar?"
"Mengapa aku harus selalu mengalah walau aku dirugikan?"
"Mengapa aku harus bersabar atas banyak hal yang tidak menyenangkan?"
"Mengapa Kau ijinkan aku kehilangan dan gagal, namun aku tetap bersyukur?"
"Jawab aku Tuhan agar aku mengerti, aku merasa lelah, sangat lelah Tuhan, menanggung semua ini. Aku merasa beban hidupku terlalu berat untuk aku jalani."
Dan Tuhan pun menjawabku,
"Anak-Ku yang terkasih, tidakkah kau sadari bahwa mata-Ku selalu tertuju padamu?"
"Aku tahu saat kau diperlakukan tidak adil, Aku melihat saat air matamu mengalir menahan rasa jengkel yang tak terungkapkan. Tahukah kau bahwa Aku mengerti setiap bahasa tetesan air matamu. Aku bahkan ikut merasakan kepedihanmu saat kau dikecewakan."
Tapi tahukah kau bahwa,
"Aku mengasihimu saat Aku melihat kau memaafkan orang lain yang menyakitimu dan bukannya membalas perbuatan mereka. Dan Aku melihatmu bersabar atas sikap jahat yang mereka tujukan padamu. Itulah yang  membuat-Ku mengasihimu."
"Aku ijinkan semua itu terjadi supaya kamu semakin hari semakin dimurnikan dan disempurnakan menyerupai Aku. Dan pada saatnya nanti Aku akan menggantikan semuanya dan memberkatimu sesuai dengan kemuliaan yang akan Kunyatakan."
"Aku akan membukakan bagimu pintu-pintu berkat dimana tak ada seorangpun bisa menutupnya."
"Aku akan memberikan padamu kesempatan-kesempatan emas di mana tak seorangpun bisa mengambilnya.
Aku telah melihat betapa jahatnya perbuatan mereka dan tetaplah mengasihi mereka karena:
pembalasan itu adalah hak-Ku.
Jadi anak-Ku janganlah kau berpikir bahwa Aku mengabaikanmu, karena sesungguhnya Aku senantiasa menyertaimu, sebab:
engkau berharga di mata-Ku, dan tak ada sehelai rambut pun jatuh tanpa seijinku



lukman street 20:49 13 july 2012

2 komentar:

  1. Mengapa Tuhan memperlakukan kita terkadang tidak adil? karena Tuhan Yakin dengan kemampuan kita. Tuhan tidak akan pernah memberikan kesulitan diatas kemampuan hambanya.
    mengapa Tuhan memberikan ujian sekeras ini? karena Tuhan yakin akan kekuatan kita. belum tentu orang lain bisa sekuat kita.

    ReplyDelete
  2. Segala sesuatu itu ada hikmahnya.Penyesalan tiada berguna.Ratapan adalah hal sia-sia.Roda terus berputar.Sambutlah hari depan penuh harapan dan keceriaan.Yakinlah Allah selalu bersama dengan orang yang berhati sabar.

    ReplyDelete