Pages

Tuesday, October 9, 2012

Satu Titik Dua Garis

bukan sebuah kata yang terlahir dalam benak dan jiwa ini, tapi sebuah untaian kata yang tertutur sedalam dalam untuk memberikan sebuah motivaksi metanoak,,,
terlantunkan sebuah pertanyaan yang cukup membuat hati ini sedikit gelisah, buat apa kamu kuliah????
detik demi detik rasa ini semakin membunuh denyut nadi dalam jiwa ini,
tapi aku sedikit menjawab dengan nada yang pelan dan penuh dengan rasa kepercayaan diri,,
bagiku kuliah adalah sebuah jalanku sendiri, tapi apa berdaya ketika aku setelah kuliah nanti,
yang kuharapkan adalah bukan sebuah kelulusan yang maksimal bagiku, tapi yang ku harapkn adalah ketika orang tuaku bisa tersenyum melihat aku berdiri dengan pakaian wisuda nanty
apalah sebuah nilai bagiku, telah terkutip dalam buku "mirage" pengalaman adalah guru yang terbaik
dari situ aku mulai belajar dan bekerja keras untuk mencari dan berjalan untuk dan hanya sebuah pengalamanku ini.


kembali lagi ke pertanyaan yang tadi terlontar adalah jika kelak nanty aku stelah kuliah aku akan bekerja dan mencari karir di perusahaan dan setelah terkumpul uang maka aku sendiri akan mendirikan sebuah perusahaan simple dan sederhana, itulah yang aku cita citakan sejak kuliah ini.
akankah semunya berjalan dengan semulus itu? semua dan yangterlahir dalam dunia ini akan merasakan pedih manis pahit dan susahnya hidup ini. tapi tetap tegar hadapi hayati semua masalah yang ada..

sedikit menulis dan shering tentang yang harus aku hadapi saat ini adalah,,,
saat ini proposal untuk pengajuan judul PUM sudah acc tinggal revisi oleh dosen, seperti itu. tapi untuk menemui dosen tidak segampang untuk menemui teman kita sendiri. di butuhkan sebuah kesabaran dan ketulusan hati dalam menghadapi dosen..
terkadang dosen bisa menjadi galak ketika kita elalu menuntut dan selalu ngeyel sperti itu..
maka menurutlah kepada dosen apa kata mereka akan membuatmu berjalan semulus yang tidak kamu sangka,,,
tapi terkadang kita tidak terima akan perlakuan dosen, ketika kita akan menunggu seberapa lama dan menghabiskan waktu untuk menunggu tapi dosen cuek dan tidak mau untuk di temui di situlah tuhan telah mengajarkan arti sebuah kesabaran dalam hidup.
dan ketika dosen memarahi maka kalian harus tegar jangan pernah mengikuti alur dari dosen yang bersangkutan disitu. jika kamu ikut atau terbawa dalam arus yang sperti  itu maka kamu sama dengan menantang itulah jawaban si dosen
tuhan menguji umatnya bukan hanya lewat alam saja akan tetapi lewat manusia juga
disnilah pembelajaran bagi kita untuk melatih sebuah kesabaran

dan semoga bisa terlewati semua amien 

lukman_street

2 komentar:

  1. bebaskan mimpimu mencari arahnya. ketika ia sudah menemukan arahnya, tuntun dia untuk mencapai ke kota cita-cita dan berkembang menjadi orang yang besar :-)

    ReplyDelete
  2. wuihhhh bagus banget tuhhh jika diteruskan,,,"menuntun cita cita" haisshhhh lanjotttt

    ReplyDelete