Pages

Monday, November 26, 2012

JERAMI PADI AMONIASI



BAB I PENDAHULUAN
Hijauan merupakan sumber pakan utama untuk ternak ruminansia (sapi, kerbau, kambing dan domba) Untuk meningkatan produksi perlu penyediaan hijauan pakan yang cukup baik kuantitas, kualitas maupun kontinuitasnya Hijauan pakan ternak yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau kebun rumput, tegalan, pematang serta pinggiran jalan. Faktor penghambat penyedian hijauan pakan Terjadinya perubahan fungsi lahan yang sebelumnya sebagai sumber hijauan pakan menjadi lahan pemukiman, lahan untuk tanaman pangan dan tanaman industry Sumberdaya alam untuk peternakan berupa padang penggembalaan di Indonesia semakin berkurang Secara umum di Indonesia ketersediaan hijauan pakan juga dipengaruhi oleh iklim, sehingga pada musim kemarau terjadi kekurangan hijauan pakan ternak dan sebaliknya di musim hujan jumlahnya melimpah.
Limbah hasil panen padi yang jumlahnya sangat melimpah dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh petani adalah jerami. Jerami padi yang produksinya kurang lebih 12-15 ton per hektar hanya akan dibakar oleh petani. Selain dibakar kadang-kadang hanya ditumpuk menjadi sarang hama dan penyakit tanaman. Sangat sia-sia. Selain mengakibatkan polusi udara pembakaran jerami juga akan meningkatkan efek rumah kaca pada bumi kita ini. Dilain sisi, peternak-peternak sapi dan domba (ruminansia) kita sangat kesulitan mengelola pakan untuk ternak mereka. Hijauan dan rumput semakin sulit diperoleh karena luas lahan semakin menyempit. Tak luput dari pengamatan mereka, jerami padipun akhirnya digunakan sebagai pakan untuk ternak mereka. Yang menjadi masalah adalah bahwa jerami ketika diberikan sebagai alternatif makanan untuk ternak akan sulit sekali dicerna oleh lambung mereka. Kandungan lignin, selulosa dan silica pada jerami yang mengakibatkan sulit dicerna oleh ternak-ternak tersebut. Sehingga jerami hanya akan menjadi makanan asal kenyang bagi ternak tetapi tidak bisa menggemukkan mereka. Lalu apa solusinya? Tentunya jerami tersebut harus diolah terlebih dahulu agar bisa menjadi makanan yang lezat dan bergizi tinggi bagi ternak. Dalam postingan terdahulu kita telah membahas tentang pengolahan jerami menjadi tape jerami. Sebenarnya ada alternatif pengolahan jerami padi yang lebih murah daripada membuat tape jerami (fermentasi jerami).
BAB II ALAT DAN BAHAN
*      Alat
ü  Timbangan
ü  Plastik
ü  Alat penyiram
*      Bahan
ü  Jerami padi
ü  Urea
ü  Air
















BAB III METODOLOGI
PROSEDUR PEMBUATAN
  1. Jerami padi ditimbang sesuai dengan jumlah yang diperlukan
  2. dipotong-potong dengan ukuran sekitar 5-10 cm,
  3. Ditambahkan urea sebanyak 6 % dari bobot jerami padi yang digunakan. Misalnya : jumlah jerami padi yang diolah sebanyak 50 kg maka urea yang dibutuhkan sebanyak 6% x 50 kg = 3 kg,
  4. Disiapkan air bersih sebanding dengan jumlah jerami padi yang digunakan. Misalnya : jerami padi 50 kg, diperlukan air 50 liter.
  5. Disiapkan silo yang dapat dibuat dengan lubang di tanah yang disesuaikan dengan jumlah jerami padi yang diolah. Selain itu dapat pula digunakan drum atau kantong plastik. Sebelum jerami ditumpuk alas pada dasar wadah diberi plastik,
  6. Selanjutnya jerami padi yang telah dipotong-potong dimasukkan ke dalam lubang silo (dapat juga menggunakan wadah plastik, drum, lantai semen), sehingga membentuk lapisan setebal 10-20 cm,
  7. kemudian setiap lapisan disemprot dengan larutan urea secara merata dan setelah itu disemprot dengan air bersih.
  8. Jerami padi disusun sedemikian rupa sehingga membentuk tumpukan ke atas, dan
  9. Setelah penumpukan jerami selesai, ditutup dengan rapat menggunakan plastik dan disimpan selama empat minggu (21 hari)
  10. Setelah penyimpanan, tutup dibuka, dikering anginkan dan jerami padi amoniasi dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia





BAB IV PEMBAHASAN
            Amoniasi merupakan proses perlakuan terhadap bahan pakan limbah pertanian (pada umumnya jerami padi) dengan cara menambah bahan kimia berupa Urea  CO(NH2)2. Keuntungan memakai urea untuk amoniasi adalah sangat mudah diperoleh di setiap tempat, harganyapun relatif murah, mudah ditangani, tidak beracun dan memiliki kandungan nitrogen yang sangat tinggi ( 46% ). Dengan demikian teknologi ini mudah diterapkan dan dikembangkan dimanapun sampai di tingkat pedesaan.
            Urea yang diperlukan dalam proses amoniasi adalah sebanyak   3% dari berat jerami. Bahan lain yang diperlukan adalah air yang berfungsi sebagai bahan pelarut yang jumlahnya sangat bergantung pada jumlah jerami yang akan di amoniasi.
Sebagai patokan, setiap 1 (satu) kilogram jerami membutuhkan 1 (satu) liter air. Jerami yang akan diamoniasi sebaiknya dipotong-potong, 10–15 Cm.
            Amoniasi merupakan proses pengolahan jerami yang praktis untuk menghancurkan ikatan lignin, selulosa dan silica pada jerami tersebut. Karena unsur tersebutlah yang menjadi penghambat daya cerna jerami. Dengan amoniasi juga akan meningkatkan kandungan protein dan karbohidrat pada jerami padi. Selain itu amoniasi juga akan membebaskan jerami dari kontaminasi mikroorganisme.
Kelemahan Jerami Padi
  • Kandungan nutrisi yang rendah, misalnya kandungan protein jerami 3-5 %, sedangkan protein rumput gajah mencapai 12-14%
  • Rendahnya kecernaan yang disebabkan oleh:
·         terdapat lignin sekitar 6-7% Mengandung silikat 13 %
  • Silikat dan lignin ini bagaikan kaca pelapis, yang melapisi zat-zat yang berguna dan bernilai energi tinggi seperti protein, selulose, hemiselulose
  • Ikatan serat di dalamnya juga sangat kuat


Pengolahan Jerami Padi dengan Amoniasi Urea
  1. Amoniasi merupakan suatu cara pengolahan jerami padi secara kimiawi dengan menggunakan gas amonia
  2. Pengadaan gas amonia mahal
  3. Urea atau CO(NH2)2, Sumber gas amonia yang murah dan mudah diperoleh,
  4. 1 kg urea menghasilkan 0,57 kg gas amonia
  5. Urea merupakan senyawa kimia yang mengandung + 45 % unsur nitrogen
Manfaat Amoniasi
  1. Merubah tekstur dan warna jerami yang semula keras berubah menjadi lunak dan rapuh
  2. Warna berubah dari kuning kecoklatan menjadi coklat tua
  3. Meningkatkan kadar protein, serat kasar, energi bruto (GE), tetapi menurunkan kadar bahan ekstrak tiada nitrogen (BETN) dan dinding sel
  4. Meningkatkan bahan kering, bahan organik, dinding sel, nutrien tercerna total, energi tercerna, dan konsumsi bahan kering jerami padi
  5. NH3 cairan rumen meningkat
  6. Memberikan balan nitrogen yang positif
  7. Menghambat pertumbuhan jamur
  8. Memusnahkan telur cacing yang terdapat dalam jerami.
Urea dalam proses amoniasi berfungsi untuk menghancurkan ikatan-ikatan lignin, selulosa, dan silica yang terdapat pada jerami. Sebab, ketiga komponen itu merupakan factor penyebab rendahnya daya cerna jerami. Amonia berperan memuaikan serat selulosa.  Pemuaian selulosa akan memudahkan penetrasi enzim selulase dan peresapan nitrogen, sehingga meningkatkan kandungan protein kasar jerami.



KESIMPULAN
Urea dalam proses amoniasi berfungsi untuk menghancurkan ikatan-ikatan lignin, selulosa, dan silica yang terdapat pada jerami. Sebab, ketiga komponen itu merupakan factor penyebab rendahnya daya cerna jerami. Amonia berperan memuaikan serat selulosa.  Pemuaian selulosa akan memudahkan penetrasi enzim selulase dan peresapan nitrogen, sehingga meningkatkan kandungan protein kasar jerami.


















0 komentar:

Post a Comment