Pages

Monday, November 26, 2012

PENGERTIAN PAKAN MASH PELLET DAN CRUMBLE



BAB I PENDAHULUAN
Pakan adalah semua yang bisa dimakan oleh ternak dan tidak mengganggu kesehatannya. Pada umumnya pengertian pakan (feed) digunakan untuk hewan yang meliputi kuantitatif, kualitatif, kontinuitas serta keseimbangan zat pakan yang terkandung di dalamnya. (Anonim, 2009). Pakan adalah segaalah sesuatu yang dapat diberikan sebagai sumber energi dan zat-zat gizi, istilah pakan sering diganti dengan bahan baku pakan, pada kenyataanya sering terjadi penyimpangan yang menunjukkan penggunaan kata pakan diganti sebagai bahan baku pakan yang telah diolah menjadi pellet, crumble atau mash. (Anonim a 2008). Bahan pakan adalah (bahan makanan ternak) adalah segalah sesuatu yang dapat diberikan kepada ternak baik yang berupa bahan organik maupun anorganik yang sebagian atau semuanya dapat dicerna tanpa mengganggu kesehatan ternak.(Anonim, 2009). Bahan pakan terdiri dari bahan organik dan anorganik. Bahan organik yang terkandung dalam bahan pakan, protein, lemak, serat kasar, bahan ekstrak tanpa nitrogen, sedang bahan anorganik seperti calsium, phospor, magnesium, kalium, natrium. Kandungan bahan organik ini dapat diketahui dengan melakukan analisis proximat dan analisis terhadap vitamin dan mineral untuk masing masing komponen vitamin dan mineral yang terkandung didalam bahan yang dilakukan di laboratorium dengan teknik dan alat yang spesifik. (Anonim a, 2009). Menurut (Anonim a 2008) bahan dibagi menjadi dua bagian yaitu bahan pakan konvensional dan bahan pakan subtitusi. Bahan pakan konvensional adalah bahan baku yang sering digunakan dalam pakan yang biasanya mempunyai kandungan nutrisi yang cukup (misalnya Protein) dan disukai ternak. Bahan pakan konvensional merupakan bahan makro , serta jagung, bungkil kedelai,gandung,tepung ikan dan bahan lainnya. Bahan baku yang berasal dari bahan yang belum banyak dimanfaatkan sebagai bahan dari hasil ikutan industri agro atau peternakan dan perikana. pakan dari kandungan nutrisinya masih memadai untuk diolah menjadi pakan. Bahan pakan ini biasanya berasal dari ikutan industri agro atau peternakan dan perikanan.





BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Ransum adalah pakan jadi yang siap diberikan pada ternak yang disusun dari berbagai jenis bahan pakan yang sudah dihitung (dikalkulasi) sebelumnya berdasarkan kebutuhan industri dan energi yang diperlukan. (Anonim a 2008).Menurut (Anonim a 2008) berdasarkan bentuknya ransum dibagi menjadi 3 jenis : yaitu mash, pellet,dan crumble. Mash adalah bentuk ransum yang paling sederhana yang merupakan campuran serbuk (tepung) dan granula. Pellet adalah ransum yang berasal dari berbagai bahan pakan dengan perbandingan komposisi yang telah dihitung dan ditentukan. Bahan tersebut diolah menggunakan mesin pellet (pelletizer) untuk mengurangi loss nurisi dalam bentuk yang lebih utuh. Ransum berbentuk pellet yang dipecah menjadi 2-3 bagian untuk memperkecil ukurannya agar bisa dimakan ternak. Kelebihan ransum berbentuk pellet adalah distribusi bahan pakan lebih merata sehingga loss nutrisi mudah dicegah dan tidak tercecer pada waktu dikonsumsi ternak. Berdasarkan kandungan gizinya, konsentrat dibagi dua golongan yaitu konsentrat sebagai sumber energi dan sebagai sumber protein. Konsentrat sebagai sumber protein apabila kandungan protein lebih dari 18%, Total Digestible Nutrision (TDN) 60%. Ada konsentrat yang berasal dari hewan dan tumbuhan. Berasal dari hewan mengandung protein lebih dari 47%. Mineral Ca lebih dari 1% dan P lebih dari 1,5% serta kandungan serat kasar dibawah 2,5%. Contohnya : tepung ikan, tepung susu, tepung daging, tepung darah, tepung bulu dan tepung cacing. Berasal dari tumbuhan, kandungan proteinnya dibawah 47%, mineral Ca dibawah 1% dan P dibawah 1,5% serat kasar lebih dari 2,5%. Contohnya : tepung kedelai, tepung biji kapuk, tepung bunga matahari, bungkil wijen, bungkil kedelai, bungkil kelapa, bungkil kelapa sawit dll. Konsentrat sebagai sumber energi apabila kandungan protein dibawah 18%, TDN 60% dan serat kasarnya lebih dari 10%. Contohnya : dedak, jagung, empok dan polar. (Anonimb 2009).
Bentuk dan Jenis Pakan : Berdasarkan bentuknya ada tiga jenis pakan, seperti yang dipaparkan dibawah ini.
  1. Mesh ( berbentuk tepung) : Bentuk ini merupakan bentuk ransum yang umum terlihat. Bahan yang dipilih menjadi ransum digiling halus kemudian dicampur menjadi satu. Ransum bentuk ini menyebabkan ayam tidak bisa memilih bahan pakan yang disenangi. Hal ini berdasarkan sifat dan cara makan ayam yang lebih gemar memakan pakan yang berbentu butiran dan berwarna. Oleh karena itu ransum yang berbentuk tepung kurang disukai ayam. Bentuk ransum yang halus ini memiliki keuntungan lain, yaitu mudah diserap usus ayam sehingga efisiensinya lebih baik. Ransum bentuk ini dapat digunakan untuk semua umur dan harganya lebih murah.
  2. Pellet (berbentuk bulat panjang) : Bentuk ini merupakan perkembangan dari bentuk tepung. Kelemahan dari bentuk ini adalah memungkinkan terjadinya kanibalisme, kurang cocok untuk anak ayam
  3. Crumble (berbentuk pecah/butiran) : Bentuk ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari bentuk pellet. Bentuk ini banyak digunakan untuk semua umur ayam broiler. Ransum ini sudah lazim digunakan oleh peternak karena harganya tidak semahal ransum bentuk pellet. .
















BAB III ALAT DAN BAHAN
·         Alat dan Bahan
*      Bahan
ü  Jagung                :50%    = 25 kg
ü  Konsentrat         :36%    = 18 kg
ü  Bekatul               :14%    = 7 kg
*      Alat
ü  Sekop
ü  Timbangan
ü  Mesin pelleter
ü  Mesin crumble
ü  sak














BAB IV METODOLOGI
1.      Menyiapkan bahan – bahan yang di buat campuran pakan
2.      Lakukan penimbangan
3.      Campur dari yang porsinya lebih banya dahulu, jagung, dedak, konsentrat.
4.      Kemudian aduk hingga homogen, kemudian wadahi ke sak
5.      Lalu diadakan penimbangan
6.       kemudian masuk ke pelleting,
7.      Pakan yang sudah kluar kemudian langsung ke proses colling
8.      Setelah selesai wadahi lagi ke sak kemudian timbang
9.      Masuk ke crumbeling,setelah selsai wadahi kembali ke sak
10.  Lalu timbang
11.  Pakan sudah siap















BAB V PEMBAHASAN
Mesh ( berbentuk tepung) : Bentuk ini merupakan bentuk ransum yang umum terlihat. Bahan yang dipilih menjadi ransum digiling halus kemudian dicampur menjadi satu. Ransum bentuk ini menyebabkan ayam tidak bisa memilih bahan pakan yang disenangi. Hal ini berdasarkan sifat dan cara makan ayam yang lebih gemar memakan pakan yang berbentu butiran dan berwarna. Oleh karena itu ransum yang berbentuk tepung kurang disukai ayam. Bentuk ransum yang halus ini memiliki keuntungan lain, yaitu mudah diserap usus ayam sehingga efisiensinya lebih baik. Ransum bentuk ini dapat digunakan untuk semua umur dan harganya lebih murah. Pada proses yang pertama untuk mencampur bahan pakan dari yang paling banyak ke yang sedikit, proses pencampuran disebut mixing karna bahan yang kita buat sedikit hanya 50 kg maka proses mixing menggunakan manual dengan sekop, dengan durasi waktu yang cukup lama dan membutuhkan tenaga yang cukup membuang energy pula. Setelah tercampur hingga homogen, kemudian masuk ke mesin pelleter, Pelletizing merupakan salah satu proses pengolahan pakan dengan menggabungkan beberapa bahan pakan sehingga menjadi bentuk yang kompak melalui proses penekanan (proses mekanik). Pemeletan merupakan suatu proses mekanik yaitu penekanan agar bentuk pakan menjadi kompak. Proses pemeletan terdiri dari 3 tahap yaitu conditioning (penguapan), proses penekanan dan pendinginan (cooling). Tujuan penguapan dalam proses pembuatan pakan adalah untuk mengubah pati yang terkandung di dalam bahan baku pakan menjadi zat perekat serta menimbulkan aroma pada pakan jadi. Pada proses pembuatan pakan dari mash menjadi pellet dari bahan pakan 50 kg tersebut membutuhkan waktu 12 menit 15 detik, ditambah saat proses mixing 1 menit maka waktu yang dibutuhkan 13 menit 15 detik. Jika diasumsikan dalam 1 jam mesin pelleter dapat memproduksi 219 kg/ jam dan jika diasumsikan dalam 1 hari/24 jam maka mesin pelleter dapat memproduksi hingga 5.256 kg/hari pakan pelleter, akan tetapi dalam tahapan pelleting masih ada proses colling. Cooling bertujuan untuk menghilangkan uap air yang terdapat pada permukaan luar pelet hasil pelletizing. Pada proses colling  dalam 50 kg membutuhkan durasi waktu 6 menit. Jadi untuk proses pelleting jika diasumsikan hingga ke tahap colling maka dalam pembuatan pakan pellet dalam 1 jam dapat memproduksi : 13 menit 15 detik + 6 menit = 19 menit 15 detik maka pakan yang dihasilkan 156,65 kg/jam. Akan tetapi dalam proses pelleting tersebut adalah proses penggabungan antara bahan pakan yang satu dengan yang lainnya maka adanya penyusutan bahan pakan karna terjadinya tekanan dalam proses pelleting tersebut. Penyusutan dalam 50 kg pakan pada saat pelleting mencapai 2 kg, jika diasumsikan dalam waktu 1 jam tersebut maka terjadi penyusutan hingga 6,61 kg/jam. Jadi produksi pakan dalam satu jam mancapai 150,04 kg/jam. Jika diasumsikan dalam 1 hari atau 24 jam maka 150,04x 24 mencapai hasil 3.600,96 kg/hari. Dan yang terakhir adalah proses Crumble (berbentuk pecah/butiran) : Bentuk ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari bentuk pellet. Pembentukan crumble bertujuan untuk memotong atau memecah pelet hasil pengolahan dari pelletizer menjadi 2 atau 3 unit (Agus, 2007). Pada proses crumbeling membutuhkan waktu 3 menit 15 detik, di dalam proses crumbeling ini adalah proses pemecahan pakan dari pellet menjadi crumble jadi tidak ada penyusutan yang terjadi dalam pakan. Maka secara keseluruhan untuk pembuatan pakan hingga ke tahap crumble maka mebutuhkan durasi waktu 22 menit 30 detik jadi bisa diasumsikan ketika membuat bahan pakan hingga ke tahap crumbeling dalam 1 jam bisa memproduksi sebagai berikut :
Proses mixing jika dengan mesin diperkirakan membutuhkan waktu 1 menit
Proses pellet membutuhkan waktu 18 menit 15 detik
Proses crumble membutuhkan waktu 3 menit 15 detik
Jika di total semuanya = 22 menit 30 detik
Asumsi pembuatan pakan dalam 1 jam= 60 mnit/ 22,30 menit =2,690
2,690 x 48 = 129,14
*nb:  48 ini sudah di kurangi dari penyusutan yang terjadi pada saat proses pelleting.
Jadi untuk pembuatan bahan pakan dalam 1 jam bisa memproduksi 129,14 kg
Jika diasumsikan dalam waktu 1 hari pada pembuatan pakan hingga ke tahap crumble bisa memproduksi hingga 24 x 129,14 = 3.099,36 kg/hari.

BAB VI KESIMPULAN
            Dalam pembuatan pakan ada beberapa tahap yang harus dilalui mulai tahap mixing yang sering disebut juga pencampuran bahan pakan hingga homegen dan menjadikan pakan itu berbentuk mash, kemudian pellet dan yang terakhir adalah crumble. Pada tahap pelleting ada sebuah penyusutan pakan hingga 2 kg. jika diasumsikan pabrik pakan yang ada di politeknik negeri jember dalam waktu 1 hari bisa memproduksi pakan hingga 3.099,36 kg/hari dalam bentuk crumble. Akan tetapi jika permintaan pasar dalam pakan berbentuk pellet maka dalam 1 hari pabrik pakan bisa memproduksi hingga 3.600,96 kg/hari.

0 komentar:

Post a Comment